Cara Membuat / Mengurus Akta Kelahiran Anak

akta zhifa.jpg zhifa ku045.jpg
Mengurus Akta kelahiran bisa d titipkan sama klinik atau rumah sakit yang membantu persalinan, bagi yg ingin mengurus sendiri, begini ceritanya:

Tahap I : Kelurahan
Sesuai ketentuan birokrasi yang ketat, untuk menuju Kelurahan, kita harus memiliki surat pengantar dari RW. Jadi minta blangko surat pengantar (keterangan) untuk membuat akte baru, kemudian isi dengan lengkap dan ditandatangani oleh RT dahulu. Ingat, nama peminta surat pengantar adalah ayah bayi. Setelah dari RT lengkap (1 lembar saja), bawa ke RW. Pihak RW akan mencatat surat kita dan memberikan tanda tangan ketua RW. Sampai di sini tidak sepeserpun uang keluar (apalagi kalo dah kenal dengan beliau-beliau…..) Kalaupun ada biasanya suka rela aja, yah uang rokok laah.. Terserah besarnya. Nah sekarang kita telah mendapat surat keterangan RT/RW. Kita bawa surat tersebut ke kelurahan. Ingat, sebelum ke kelurahan, jangan lupa bawa:
1. Foto copy Surat Nikah 1 lembar dilegalisir penerbit atau kalo di luar kota dilegalisir Pengadilan Negeri.
2. Foto copy KTP suami-istri @1 lembar
3. Foto copy KK, harus punya sendiri bukan nebeng mertua….
4. Foto copy Surat Keterangan Lahir dari RS atau bidan 1 lb, dan juga bawa aslinya.
Di kelurahan petugas akan mengisikan form pembuatan akta. Biaya yang harus saya keluarkan di kelurahan sebenarnya tidak ada, tapi sumbangan suka rela aj.

Tahap II : Kecamatan
Kita ke sana berbekal form pengajuan daftar akta. Seperti biasa, jangan ragu untuk bertanya!! Bertanyalah apa saja yang dibutuhkan untuk membuat akta lahir baru. (eh..tapi liat-lihat juga. Klo udah ada tulisan di tembok ya ga usah bertanya sob). Syaratnya adalah membawa semua berkas dari kelurahan. Proses di kecamatan cukup sederhana.

Tahap III : Dispencapil (Kantor Catatan Sipil
Syarat-syarat di dispencapil adalah berkas yang sudah kita siapkan dari kelurahan, yaitu :
1. Surat Keterangan Kelahiran dari dokter/bidan/rumah sakit yang asli.
2. KK dan KTP orang tua bayi (WNI danOrang Asing Tinggal Tetap)
3. Surat Keterangan Kelahiran dari Lurah (F-2.01 dan F-2.02)
4. Akta perkawinan / Surat Nikah orang tua dilegalisir.
5. bila anak belum tercantum dalam KK, maka diharuskan membuat surat pernyataan diatas materai Rp 6.000, tentang belum tercantumnya anak tersebut.
6. Akta kelahiran Ibu bagi yang lahir di luar nikah
7. Berita Acara Kepolisian setempat (bagi anak lahir yang tidak diketahui orang tuanya)
8. SKTT orang tua bayi (bagi orang asing status tinggal terbatas)
9. Dokumen Imigrasi orang tua bayi (bagi Orang Asing pemegang izin singgah atau visa kunjungan)Setelah lengkap semua, kita tinggal menunggu antrian untuk pemanggilan, kemudian akan dinyatakan selesai bila lolos dari pengecekan petugas, pada saat itu kita akan diberi nomor akta dan pengambilannya menunggu kurang lebih 10 hari.

Dikirim menggunakan Wordmobi

Tag: , , , ,

2 Tanggapan to “Cara Membuat / Mengurus Akta Kelahiran Anak”

  1. muhamad Says:

    Kalau akta lahir sudah ada, tapi mau ganti nama si bayi, bagaimana caranya?

  2. anggi Says:

    disuru besok pula akte lahirnya tapi gak ada bagai mana y udah dibuat tapi belum siap juga capai deh…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: